Selasa, 17 Mei 2011

Jusuf Kalla Tinjau PLTA Kerinci

Jusuf Kalla Tinjau PLTA Kerinci

Wow... Warga Temukan Sebongkah Emas di Kerinci - Tribun Jambi

Wow... Warga Temukan Sebongkah Emas di Kerinci - Tribun Jambi

Kecepatan Angin di Kerinci Capai 40 Km per Jam - Tribun Jambi

Kecepatan Angin di Kerinci Capai 40 Km per Jam - Tribun Jambi

Kerinci Ingin Beli Pesawat Tapi Nyicil... - Tribun Jambi

Kerinci Ingin Beli Pesawat Tapi Nyicil... - Tribun Jambi

Kerinci Juga Miliki Potensi Tenaga Angin - Tribun Jambi

Kerinci Juga Miliki Potensi Tenaga Angin - Tribun Jambi

Enaknya Jadi Orang Kaya, Jusuf Kalla Bisa Pulang-Pergi Jakarta-Kerinci Dalam Sehari

SUNGAIPENUH - Bila tidak halangan, Kamis (5/5) mantan wakil presiden Indonesia, HM Jusuf Kalla didampingi Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) berkunjung ke Kerinci. Jusuf Kalla datang berkaitan dengan tindak lanjut pembangunan PLTA Batang Merangin.

Menurut informasi, Jusuf Kakla ke Kerinci menggunakan pesawat terbang cateran milik Susi Airline. Ia bertolak dari Bandara Halim Perdana Kusuma dan mendarat di Bandara Depati Parbo, Hiang, Kerinci.

Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) dan HBA langsung menuju lokasi proyek PLTA Batang Marengin. PLTA itu dilakukan peletakan batu pertama pembangunannya, di Desa Muara Imat, 3 tahun silam, oleh mantan Gubernur Jambi Zukifli Nurdin dan Direktur Utama PT Bukaka, Ahmad Kalla, adik kandung Jusuf Kalla, di Desa Muara Imat Kerinci.

Jusuf Kalla hanya sehari berada di Kerinci. Setelah menijau lokasi PLTA ia langsung bertolak ke Jakarta. Sedangkan Gubernur Jambi, HBA, melanjutkan kunjungan kerjanya, membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-41 Tingkat Provinsi Jambi, di Sanggaran Agung, Danau Kerinci, Jum’at (6/5).

Sebelum membuka MTQ, HBA didampingi Bupati Kerinci, H Murasman akan mengunjungi lokasi pembangunan pusat pemerintahan Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah, dan meninjau lokasi transmigrasi di Bukit Barmah. HBA juga akan membuka seminar Al-Qur’an di STAIN Sungai Penuh. (infojambi.com/AS)

Hutan TNKS Dijarah Lagi

Tribun Jambi - Selasa, 10 Mei 2011 21:48 WIB

Laporan wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
SUNGAIPENUH, TRIBUNJAMBI.COM - Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Kerinci, mengamankan ratusan batang kayu hasil ilegal logging. Kayu-kayu tersebut, diduga berasal dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Selasa (10/5).

Kadis Kehutanan Kabupaten Kerinci, Evi Rasmianto, melalui Sekretaris, Abu Hasan, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, ratusan batang kayu tersebut ditemukan di Sungai Air Selai, Desa Pengasi Baru, Kecamatan Batang Merangin.

"Ratusan batang kayu dari hasil ilegal logging berhasil kami amankan. Kayu-kayu tersebut ditemukan saat petugas sedang patroli di sekitar kawasan tersebut," ungkap Abu Hasan, saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (10/5).

Menurutnya, petugas sempat melakukan pengintaian untuk mengetahui pemilik kayu. Namun hingga pukul 01.00 dini hari, pemilik kayu tidak menampakkan diri, sehingga petugas hanya mengamankan ratusan batang kayu.

"Diduga kayu tersebut berasal dari kawasan TNKS. Saat ditemukan ratusan kayu tersebut masih basah. Diduga baru saja diangkut oleh pemiliknya dari tempat perambahan ke pinggiran sungai, untuk diangkut dan dipasarkan," katanya.

Kayu-kayu ilegal tersebut, berasal dari jenis borneo dan medang, serta surian hutan, yang banyak ditemukan dalam kawasan. "Kalau borneo hanya ada dalam kawasan, yang berada di luar kawasan sudah lama dirambah warga," jelas Abu Hasan.

Saat ditemukan, tambahnya, kayu tersebut sudah keluar dari dalam kawasan TNKS, dan berjarak hanya 200 meter dari jalan baru. "Terjadinya perambahan besar-besaran, diduga karena adanya pembukaan jalan baru, sehingga memudahkan pelaku membawa kayu-kayu ilegal tersebut," tambahnya.

Kerugian yang ditimbulkan akibat kegiatan ilegal logging tersebut sangat besar. Selain rugi akibat kayu yang ditebang, ratusan batang kayu lainnya ikut tumbang. "Tidak hanya kayu-kayu yang ditebang, namun ratusan batang kayu lainnya juga ikut tumbang akibat dihantam kayu berukuran besar," ucap Abu Hasan.

Untuk mengamankan kayu tersebut, Dishut menurunkan 26 anggota, langsung membawa kayu tersebut ke Sungaipenuh. "Ini merupakan wujud keseriusan Dishut untuk mengamankan kawasan hutan di Kabupaten Kerinci," pungkasnya.

Sementara itu, informasi yang diterima dari warga, pemilik kayu tersebut adalah warga Batang Merangin yang berinisial S dan I. "Kemungkinan masih banyak kayu yang sudah dibelah berada dalam kawasan TNKS, dan belum dibawa keluar," ucap seorang sumber yang enggan namanya disebutkan.

Dari pantauan Tribun, ratusan batang kayu dalam berbagai ukuran dan bentuk, diangkut oleh petugas Dishut, dengan menggunakan truk, dan disimpan di Kantor Dishut.


Penulis : edijanuar
Editor : ridwan
Sumber : Tribun Jambi

Harga Cabai di Kerinci Anjlok

Tribun Jambi - Jumat, 13 Mei 2011 21:21 WIB

Laporan wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
SUNGAIPENUH, TRIBUNJAMBI.COM - Sejak beberapa pekan terakhir harga cabai di Kota Sungaipenuh terus turun. Hal ini membuat petani cabai di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengeluh, hasil penjualan tak lagi bisa menutup biaya produksi.

Petani cabai di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Suryadi, saat dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Ia mengatakan harga cabai saat sudah terlalu murah, mereka terpaksa menjadi kuli tani untuk menutup kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

"Modal yang dikeluarkan cukup besar, sementara saat panen harganya sangat mengecewakan. Untuk menutupi biaya produksi, saya terpaksa menjadi kuli tani di tempat lain," ujar Suryadi, saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (13/5) kemarin.

Hal senada juga disampaikan petani cabai lainnya, Karya. Ia mengatakan harga penjualan cabai kurang dari Rp 10 ribu per kilogram. "Kami menjual cabai kepada pedagang seharga Rp 5 ribu per kilogram, padahal bulan lalu kami menjual ke pedagang dengan harga yang agak lebih mahal yaitu Rp 7 ribu per kilogram," ungkap Karya dengan wajah kecewa.

Sementara itu harga pupuk dan obat cabai juga sangat mahal, lanjutnya. Walaupun berlabel pupuk bersubsidi, tapi harganya sangat mahal dan mendapatkannya juga sulit. "Kalau harga pupuk tetap semahal itu, kami tidak bisa mengembalikan biaya produksi," tegas Karya.

Senada, pedagang cabai di Pasar Tanjung Bajure, Eti Nafrida, mengatakan harga cabai yang sudah terlalu murah bila dibandingkan bulan lalu. "Bulan kemarin harga cabai masih mencapai Rp 10 ribu per kilogram, tapi untuk bulan ini harga cabai sudah turun dengan harga sekarang Rp 7 ribu," ungkapnya.

Menurutnya, harga cabai bisa dikatakan normal jika harga tersebut berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilo. "Kalau sekarang tidak normal lagi, malah harga tersebut sangat murah," pungkasnya.

Di lain pihak, anjloknya harga cabai menyebabkan beberapa petani enggan mengurus ladang cabai milik mereka, bahkan ada yang dibiarkan begitu saja. "Saya sangat kecewa dengan harga cabe sekarang, harganya sudah terlalu murah, sehingga saya merasa malas untuk mengurus ladang saya," kata Suryadi.

Penulis : edijanuar
Editor : ridwan
Sumber : Tribun Jambi

Dua Wakil Rakyat Kerinci Ricuh

Tribun Jambi - Senin, 16 Mei 2011 21:33 WIB

Laporan wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
KERINCI, TRIBUNJAMBI.COM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci, Irmanto, dikabarkan terlibat bentrok dengan Rusdi, yang merupakan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kerinci.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun, bentrok terjadi sekitar pukul 11.00, Senin (16/5), di ruang Kabag Persidangan DPRD.
Akibatnya, kaca meja tamu di ruangan tersebut hancur berserakan di lantai.

Tidak diketahui secara pasti penyebab bentrok, namun sejumlah informasi menyebutkan, keributan terjadi karena Irmanto ingin menunda kunjungan kerja Komisi III ke Gresik, karena ia ada acara lain yang perlu ia ikuti.

"Kami memang tidak mengetahui secara pasti, hanya saja informasi yang kami terima, keributan akibat rencana kunjungan kerja. Sebelum ini hubungan keduanya memang kurang bagus,” ujar seorang anggota DPRD Kerinci, yang enggan namanya disebutkan, saat dikonfirmasi Tribun, Senin (16/5).

Sementara itu, Rusdi, anggota dewan yang dikabarkan terlibat bentrok, saat dikonfirmasi membantah kabar tersebut. Ia mengatakan, tidak terjadi bentrok seperti apa yang dianggap oleh warga. " Tidak benar itu,” jelasnya.

Ia menyebutkan, yang terjadi hanyalah perdebatan kecil, karena ingin saling mempertahankan argumen masing-masing. Hanya masalah kecil. Di dalam dunia politik terjadinya perang argumen itu biasa,” sebut Rusdi.

Sekretaris DPRD Kerinci, Adli SH, juga membantah telah terjadi baku hantam antar anggota dewan. Memang sempat terjadi perdebatan, namun tidak sampai saling pukul. Sepanjang hal tersebut dilakukan di lingkungan kantor sah-sah saja,” ucap Adli.

Keributan tersebut lanjutnya, karena saling berdebat soal urusan dinas, bukan masalah pribadi. Saya yakin pertengkaran tersebut tidak akan menganggu kinerja anggota dewan dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, perseteruan tersebut sudah diselesaikan, karena memang tidak ada alasan untuk diperpanjang. Hubungan keduanya selama ini cukup baik. Di negara demokrasi hal seperti ini biasa terjadi,” imbuh Adli.

Ditanya apakah perseteruan kedua anggota DPRD tersebut akan dibawa ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kerinci, Adli mengatakan itu bukan urusan mereka. Yang jelas masalah ini sudah selesai, jika memang ada sanksi itu urusan BK,” pungkas Adli.

Bagaimana dengan pecahan kaca dari meja tamu di ruang kabag persidangan? Adli tidak menampik, kerusakan tersebut akibat pertengkaran kedua wakil rakyat tersebut. "Memang ada meja yang rusak, tapi saya kira itu karena ketidaksengajaan saja," kilahnya. Tribun pun mendapati meja yang rusak itu di tempat pembuangan sampah di kantor DPRD.

Sebelumnya, Tribun berupaya mengkonfirmasikan kabar pertengkaran tersebut kepada Irmanto. Sekitar pukul 12.00, di luar ruang kerja wakil ketua DPRD itu, masih terdengar suara Irmanto sedang berbincang dengan beberapa tamu. "Bapak masih ada tamu, tunggu saja sebentar," ucap ajudan yang mencegat Tribun dan beberapa wartawan lainnya.

Hampir satu jam menunggu, tanpa diketahui, ruangan Irmanto sudah kosong, dan ternyata yang bersangkutan sudah pergi meninggalkan ruangan kerja. Irmanto ketika dikonfirmasi via ponsel juga sia- sia, Ponsel ternyata tidak aktif.



Penulis : edijanuar
Editor : ridwan
Sumber : Tribun Jambi

Waw, Eks Kantor Bupati Jadi Hotel Berbintang

Tribun Jambi - Senin, 9 Mei 2011 20:26 WIB

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM ‑ Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Dasra MTP menyatakan aset eks kantor Bupati Kerinci akan dijadikan lokasi hotel berbintang empat.
Menurutnya itu dilakukan setelah Pemkab Kerinci pindah ke kompleks perkantoran Bukit Tengah di Siulak yang telah ditetapkan jadi ibukota baru Kerinci.
Pernyataan yang disampaikan Sekda yang merupakan pernyataan resmi Pemkab Kerinci tersebut berbeda dengan saran dan keinginan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus.
Gubernur menyarankan atau menginginkan agar eks kantor bupati Kerinci tersebut dijadikan kampus Univeristas Negeri Kerinci yang akan didirikan paling lambat 2015 mendatang.
Lebih lanjut Sekda menilai, hingga saat ini Kerinci selaku daerah pariwisata belum memiliki akomodasi perhotelan yang memadai yang mendukung.
Hotel‑hotel yang ada di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci sangat tidak bisa memenuhi kebutuhan pelayanan terhadap wisatawan dan para tamu daerah akibat minimnya hotel yang memenuhi standar kepariwisataan.
"Kondisi tersebut sangat dirasakan dampaknya setiap kali Kerinci menggelar helatan besar, seperti menjadi tuan rumah MTQ saat ini dan saat digelarnya Festival Danau Kerinci yang merupakan agenda tahunan nasional," kata Dasra, Senin (9/5).
Hotel‑hotel di Kerinci, pada momen‑momen itu digelar tak pernah mampu menampung wisatawan dan tamu, apalagi kondisi hotel‑hotel yang ada juga berada di bawah standar yang memadai sebagai daerah wisata, sehingga Pemkab terpaksa harus menjadikan rumah warga jadi penginapan.

Editor : deddy
Sumber : Antara

Selasa, 03 Mei 2011

Foto foto dari kerinci





Kerinci by photgrapher

ketertarikan saya akan dunia photograpy memang tak terkira, ada rasa kepuasan tersendiri jika pada saat menjpret suatu moment kita dapat menghasilkan gambar yang luar biasa. Kini Kamera SLR masih dalam sebatas impian saya saja, biasanya hanya bisa meminjam kepada teman yang baik hati agar hobby saya tersalurkan.

di sini saya coba menggabungkan kecintaan akan dunia photography dan kecintaan saya akan Ranoh Kincai. saya berhasil mendapatkan foto-foto hasil para photographer profesional tentang ranoh sakti alam kincai, silahkan ikuti tautan berikut:

http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=3193957572&p=1
http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=3193793498&p=1

Senin, 02 Mei 2011

Tentang pemekaran kerinci

2010/7/9 Akmal menulis :

Bung Syamsul,

Dendam Kelompok….???? kelompok yang mana yg kayo maksud…???

Andai pemekaran ini merupakan pilihan berganda….. maka dia masuk kedapalam opsi pilihan D alias pilihan terakhir.

Boro-boro mau referendum…. rakyat dah capek, rakyat gak minta muluk2… rakyat gak peduli mau masuk provinsi mana, yang penting bg mereka bisa makan dan hasil pertanian mereka bisa terbawa ke luar untuk dijual…., syukur aja sekarang jalan ke arah MaLabuh bagus jadi gak ada masalah….

Sebenarnya yang jadi masalah sejak dulu kita menganggap diberlakukan selaku anak tiri hanya ” Soal Jalan”, soal yg lain seperti politik bung Syamsul lebih tahu… hehe
Bayangkan waktu tempuh Kerinci-Jambi 9-12 Jam…… ini sama aja dengan waktu tempuh Jogja-Surabaya atau Jogja-Bandung bahkan mungkin Jogja-Jakarta. Jadi wajar aja dulu pak Murasman gak mau rapat ke Jambi dengan alasan waktu tempuh lamo nian dan litak uey… hehe…
Jauhnya jarak Kerinci ke Jambi kadang tidak diambil pusing oleh sebagian masyarakat…. toch mereka juga jarang ke Jambi, hidup terkungkung dalam Tempurung Kerinci sudah cukup lah….. :) :D

Saya tidak menyalahkan Prov Jambi dengan keadaan Kerinci Sekarang….
Kerinci seperti ini ya akibat Ulah Uhang Kito lah….. yo lah Pemerintahnyo, yo lah DPRD dan wakil kito di DPR Pusat.
Silakan tanyo ke mereka-mereka tersebut……

Salam
Akmal

2010/7/9 Syamsul Bahri

Menurut saya “jangan bertindak kolektif atas dendam kelompok, berfikir dengan penuh perhitungan, perencanaan yang jelas, adakan referendum dengan masyarakat, bahkan termasuk kemungkinan dengan Kab Solsel, Pss Selatan (Tapan Indrapura), Muko2, kalau hanya sebuah tuntutan keadilan politik dan keadilan ekonomi, seyogyannya disuarakan oleh masyarakat melalui Anggota dewan Dapil Kerinci dan Koa Sungaipenuh di DPRD Prop sebanyak 5 orang, hal ini saya sampaikan bahwa indikasi moratorium pemekaran di tk pusat sangat kental, disamping untuk memecah Pss Selatan menjadi 2 yaitu Kab Tapan Indra Pura dan Pesisir selatan itu sangat sulit,( jika keiinginan DPRD 5 Kab/kota berkeinginan untuk berwacana dan mewjudkan Prop Puncak Andalas betul murni atau tidak atau hanya sakit hati sesaat)
Dari: Akmal
Kepada: Kerinci-net

Terkirim: Kam, 8 Juli, 2010 19:50:37
Judul: Re: [Kerinci-net] Tanggapan Akmal —> Pemprov Jambi Cuekin Kerinci
Mmd MM & Wo Zahary,
Tulisan kmrn memang membuat kamai ngan mudo bermuka tuo ini sedikit gregetan kato uhang minin… hehehe
Keadaan Kinci sekarang membuat kito bertanya2… . sebenarnya apa yang terjadi dengan kincai…??
Ketidakpuasan melihat kondisi kerinci membuat kita sangat gampang menyalahkan sang Ibu (prov)… dan sangat mudah kita membandingkan dengan kondisi disaat kita diasuh oleh ibu yang lain…. hmm…
Sekarang ini saatnyo Uhang Kincai intropeksi diri….
Saatnyo uhang cerdik pande yang tergabung dalam MPK atau apolah namonya mulai mimikirkan kincai….
Sebenarnya mau mulai dari mana kita akan membangun kincai….??
Saatnyo kito bertanya… sebenarnya sudah sejauh mana pemimpin kita berusaha memikirkan dan melaksanakan. ..???
Sudah sejauh mana dan apa saja yang telah dilakukan oleh Anggota DPR terhormat seperti AT dan yang lain untuk Kemajuan Kincai….
Jika kita sepakat uhang Kincai LEMAH dalam LOBI…. maka boleh kita pertanyakan apo bae gawe anggota DPRD dan DPR yang berasal dari KINCAI selamo ini….????
Mengenai Pemekaran,
Mengutip sair sebuah lagu… Bukan Perpisahan yang kami Harapkan….
Tapi kebersamaan yang seutuhnya lah yang kito harapkan….
Bukan memisah diri intinya… tapi kepedulian yang di atas ke bawahlah tujuannya… .
Salam
Akmal
2010/7/8 S Zahary

Ass www
Membicarakan pembentukan provinsi baru tidak semudah membalik telapak tangan ada beberapa tahap yang perlu kita perhatikan jangan sampai masyarakat terpecah belah ada yang pro dan ada yang kontra dengan ide pembentukan provinsi baru ( hang kincai lah mlek politik)
Pertama adalah latar belakang kenapa kita harus membentuk propinsi baru perlu di kaji dengan teliti
Kedua attention , Mengarahkan merancang menumbuhkan minat masyarakat atau tokoh-tokoh masyarakat terhadap provinsi baru ,apa benefit atau keuntungan bagi masyarakat Kerinci bila terbentuk provinsi baru yang didukung oleh fakta-fakta yang akan terjadi,perlu sosialisasi dengan matang
Ke tiga , Objectif apa yang ingin kita capai dengan pembentukan provinsi baru
Ke empat :Waktu ,kalau bicara waktu kita perlu time schedule yang jelas tahap-tahap untuk mencapai objectif dan siapa yang bertanggung jawab.
Kalau ini sudah bisa kita diskusikan ,Insyaallah Masyarakat Peduli Kerinci (MPK) akan mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh muda , tokoh milis kerinci ,HKK dalam scala kecil Jakarta dan Bandung dan Follow up nya akan kita wacanakan untuk mengadakan pertemuan di Kerinci waktu Idul Fitri nanti ,Insyaallah

salam
hsz
From: mairizal meirad
To: Kerinci-net

Sent: Thu, July 8, 2010 5:28:01 PM
Subject: [Kerinci-net] Tanggapan Akmal —> Pemprov Jambi Cuekin Kerinci
Wuah wuah huebat komentar Akmal,
Terima kasih sudah mengomentari baris per baris , materi per materi yang esensial.
Lanjutkan …!!
Harigato Akmal sang.
MM
— Pada Kam, 8/7/10, Akmal menulis:

Dari: Akmal
Judul: Re: Bls: [Kerinci-net] Pemprov Jambi Cuekin Kerinci
Kepada: Kerinci-net
Tanggal: Kamis, 8 Juli, 2010, 5:22 PM
2010/7/8 mairizal meirad

Ass wr wb dd Iwan,
Saya merasa perlu meralat kalimat dd Iwan yg saya beri marker kuning/stabilo antara lain bahwa Kerinci masuk Jambi karena merasa dianak tirikan oleh Sumbar. Sepengatahuan saya bukan begitu, masuknya Kerinci ke Prov Jambi pada saat Propinsi Sumatera Tengah yang terdiri dari 3 Keresidenan dipecah menjad 3 Prop yaitu Prop Sumbar, Prop Riau dan Prop Jambi. Untuk menjadi sebuah Prop. Keresidenan Jambi kurang 1 Kabupaten,

Dengan kata lain…. tanpa Kerinci maka Propinsi Jambi Tidak Akan Ada…..
Duh… sungguh besar jasa Kerinci akan lahirnya Prop. Jambi…
Tapi kok minin…..?? ??

dan atas lobby politik tokoh Jambi dg tokoh Kerinci saat itu, masuklah Kerinci menjadi salah satu Kabupaten ke Jambi.

Terbukti…. yang jago lobi itu tokoh politik Jambi… BUKAN tokoh politik Kerinci…. hmmmm pantasan aja…. :) :D

Pada masa Prop Sumatera Tengah Kab Kerinci bernama Kab Pesisir Selatan dan Kerinci dgn ibukotanya Sungai Penuh, jalan ke Padang cukup bagus,

Sejarah mencatat… Kita lebih baik semasa di Sumbar di banding saat sekarang… hehe

saya merasakan karena masih kanak2 bp dan ibu saya pernah kerja di Kantor Kecamatan Lengayang yg meliputi Surantih,Kambang, Balai Selasa dgn kedudukan di Kambang. Jadi masukkan Kerinci ke Jambi bukan karena merasa dianak tiri oleh Sumbar. Sumbar sangat dekat dan merasa saudara dgn Kerinci,

Kalau melihat silsilah… daun silsilah uhang kito memang lebih banyak rebah ke Minang Kabau…, sayangnya banyak juga orang kerinci yang menafikan hal ini… jangan2 kito lah keno kutuk ntino-ntino kito… hahaha (sori guyon….)
Salam
Akmal

banyak tokoh2 Kerinci diberi kesempatan untuk menduduki posisi strategis di Sumbar beberapa waktu lalu termasuk bp H. Taher Achmad, kd Prof DR Jakub Isman , dan lainnya. Maaf dd Iwan hal ini perlu saya luruskan …
Www
MM

From: Syamsul Bahri
Sender: Kerinci-net
Date: Thu, 8 Jul 2010 16:51:20 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [Kerinci-net] Pemprov Jambi Cuekin Kerinci
Legenda Tiang Bungkuk akan terulang ????
Persumpahan Ninek Tiang bungkuk, menampakkan kebencian kepada Raja jambi adalah “bila ada batang pisang menghadap ke Jambi bakal menebangnya. Ayam berkokok menghadap ke Jambi bakal di bunuh
Harapan kita apa yang dikatakan oleh Ninek Tiang Bungkuk itu tidak terulang lagi di masa sekarang
Wassalam
Dari: “IWAN_Rauf@…….
Kepada: Kerinci-net@ yahoogroups. com
Terkirim: Kam, 8 Juli, 2010 01:25:30
Judul: Re: [Kerinci-net] Pemprov Jambi Cuekin Kerinci
Assalaamu’alaikuwrw b.

Apakah pisah dengan Jambi menjadi “jalan terbaik”, atau “pintu lobby” tidak ada lagi yang terbuka….. .???
Apakah ‘kito uhang Kincai’ cukup dengan ‘emosi’ kalau ada masalah dengan Prov. Jambi….

Dulu, dengar-dengar cerita ‘uhang tuo-tuo’ bahwa kita pisah dengan Sumbar – pun dengan alasan yang
‘hampir sama’ merasa “dianak-tirikan” di Sumbar…… akhir pisah “talak tigo” ….hehehehe. ………

Ada baik-nya pimpinan Kincai ( DPRD dan Pemda atau Pemuka Masyarakat, dll ) membicarakan langsung
ke Pemerintahan Prov. Jambi, bagaimana baiknya kedepan Kerinci. Kita orang Kerinci-lah yang harus gigih dan
berusaha sekuat-tenaga membicarakan hal ini, karena kita Kerinci yang punya dan perlu dengan kepentingan ini.

Saya rasa kita tidak cukup dengan “ngambek atau merajuk”…. ….ujung- ujungnya “emosi” yang ada….hehehe. . ;)

Salam,
IwanR

░DenilZ░ wrote:
Alaikum salam wr wb,

Dilihat dari judul berita terdahulu, memang kesannya ada yg tidak beres dengan hubungan antara Pemerintah Kab Kerinci dan Jambi sbg provinsi (induknya) dari dulu sampai skrg. Tekesan belum ada komunikasi yg baik …..entah antar personal/oknum aparat maupun secara kolektif. Kerinci kurang proaktif menghadapi masalah dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Jangankan untuk jalan provinsi yg menghubungkan antar kabupaten, sbg contoh jalan jalan di Kerinci maupun Sungai Penuh-pun, ndak banyak kemajuan. Tiap tahun infrastruktur ini selalu bermasalah.. ……., capek deh :-) .

Entah lah …..apa jadi nya Kerinci nantinya…. …
Mari simak lagi berita terbaru yg satu ini :

Salam,
Moderator

Kerinci Ancam Pisah dari Jambi
5 DPRD Sepakat Bentuk Provinsi Baru
Kamis, 8 Juli 2010 | 10:12 WIB

Ditulis dalam POLITIK & PEMERINTAH
« Lima Tahun Kerinci-net

Suka
Be the first to like this post.
Tanggapan

1.

Kerinci kaya akan SDM yang berkualitas dan mampu menunjukkan prestasinya. . Pisah dari Sumbar dan gabung dengan Jambi malah tidak maju berarti seolah hanya pakai speed 40 km/jam. Sementara daerah lain baik di dalam maupun luar Jambi pada ngebut injak gas sampai batas akhir. Akankah hanya cukup puas dengan kata-kata sekepal tanah surga di bumi? Mari putra-putri kerinci turut sumbangsih usaha dan pemikiran bagi tanah asalnya jadi.
Indra Surya bin Indah Rahman bin H. Rosnan

Diskusi tentang benda bersejarah di Kerinci-net

Penemuan benda bersejarah di Tanah Kerinci akan membuka sedikit tabir ttg keberadaan nenek moyang orang Kerinci, asal muasalnya dan alamnya.

Semoga penemuan ini ditindaklanjuti dengan hal-hal yg bermanfaat dan berkelanjutan.

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, adi prayogi wrote:
>
> Assalamualaikum,
>
> kak Edo, tadi aku k perpus dan ketemu proceeding IAGI 1982 judulnyo “Terbentuknya Danau Kerinci Purba Kaitannya dengan Formasi Pengasih Di Sumatra’ oleh Ricardo Pardede. Sayang, untuk skripsi pak Wimpy (1977) ga ktemu, cuma ketemu judul dan daerah penelitian beliau di Sungai Liuk tentang gravity.
>
> dari paper tersebut,
> Luas danau kerinci purba 2-12.5 km dengan arah Tenggara-Baratlaut dan panjang 45 km (btul kato kak Edo, mungkin klo dikimak minin, kliatan bukit sebelah barat dan bukit sebelah timur basuo di Mukai Tinggi..itu ujung paling barat, sampai ke daerah Bukit Binteng). Danau yang ada sekarang sudah tentu bagian yang terdalam dari danau purba. Kedudukan tertinggi dari Formasi Pengasih (endapan danau yang menunjukkan kedalaman danau purba) dapat dijumpai di Desa Lubuk Paku dan Temiai yaitu 880mdpl.
>
> Urut-urutan pembentukan danau Kerinci purba
> 1. Pembentukan Terban (Graben)
> Graben miring kearah tenggara, bentuk memanjang tenggara barat laut.
> 2. Kegiatan Gunungapi
> Adanya kegiatan gunungapi komplek bukit Binteng, Bukit Sirih, Bukit resi, dan Bukit Ulumayang yang materialnya mengalir ke arah timur laut sebagai pembendung di bagian tenggara terban, sekitar Lubuk paku dan muara sungai Temiai.
> 3. Terbentuklah danau Kerinci Purba.
>
> Diakhir paper tersebut,adalah hal yang sangat perlu untuk diketahui
>
> – dataran lembah kerinci yang ditempati Danau Kerinci sekarang diapait oleh 2 JALUR SESAR AKTIF, yakni sesar sungai penuh dan sungai Labu.
> -Batang Merangin dengan dinding terjal, tinggi mencapai 150m, merupakan satu-satunya sungai yang mengalirkan danau Kerinci, mengalir pada jalur sesar aktif dan berdekatan dengan jalur kegiatan gunungapi G. Kunyit-G.Sumbing
>
> btw, lokasi pembangunan PLTA di sebelah mananya ya??sudahkah dikaji kondisi geologinya??endapan gunungapi adalah endapan yang mudah longsor apalagi ditambah sedikit ‘goyangan’ dan penggundulan hutan…
>
> Silahkan ditambahkan oleh senior2 geologist (kak Edo atau Bang Akmal),
>
> Insyaallah skripsi pak Wimpy segera menyusul.
>
> utk Kak edo:
> Kak, dulu aku ado peta seismotectonic sungai penuh (insyaallah masih ado). disitu ngebahas sebaran gempa dan kerusakan yang mungkin dihasilkannya)tapi sayang dalam bentuk hardcopy dan berukuran besar jadi agak susah untuk discan.
>
> Salam hangat,
>
> AdiPrayogi

From: Kerinci-net@yahoogroups.com On Behalf Of Edward, Syafron
Sent: Friday, April 18, 2008 9:11 AM
To: Kerinci-net@yahoogroups.com
Subject: Geologi Danau Kerinci (was:RE: Balasan: [Kerinci-net] Benda Sejarah)

Dulu saya pernah punya Paper mengenai Genesis Danau Kerinci dari
Proceeding IAGI, di paper tersebut diungkapkan data dan fakta akurat
mengenai Evolusi Danau Kerinci, nanti saya coba cari lagi papernya dan
Insya Allah diforward ke milist ini kalau sudah dapat.

Intinya, Danau Kerinci yang kita lihat sekarang adalah sisa dari Danau
Kerinci Purba yang dulu luasnya adalah seluas dataran Kerinci Sekarang.

Danau Kerinci Purba terbentuk karena adanya pergeseran Batuan (sesar)
yang merupakan segmen dari Sesar Sumatera. Dataran Kerinci terbentuk
bersamaan dengan Terbentuknya Sesar Sumatra yaitu pada kisaran Umur 10-5
Juta tahun yang lalu. Sesar Sumatra terdiri dari banyak segmen. Di
Segmen Muara Labuh-Kerinci, Sesar ini bergerak Turun sehingga terbentuk
cekungan yang dalam geologi dinamakan Pull-Apart Basin. Cekungan ini
lalu diisi oleh air yang membentuk Danau Kerinci Purba.

Luasnya danau Kerinci purba bisa dibuktikan dari Endapan Danau yang ada
di Daerah Siulak sampai Daerah Sanggaran Agung, kalau kita melintas dari
Sanggaran Agung kearah Jujun, maka kita akan lihat endapan danau
ditebing kiri jalan yang berwarna abu-abu kemerahan. Lalu dalamnya Danau
Kerinci Purba bisa diperkirakan dari tingginya Tanah Cogok yang ada di
Ujung Pasir, Koto Petai, Koto Iman, Sebukar, Semerah dan Bunga Tanjung.
Kalau kita jalan dari Sungai Penuh ke sanggaran agung, maka kita akan
lihat Tanah Cogok tersebut dikanan jalan didaerah Sebukar sampai Koto
Iman. Semua tanah tersebut adalah endapan Danau Kerinci Purba (hal ini
juga bisa dilihat di google earth), jadi bisa dibayangkan berapa
dalamnya Danau Kerinci Purba tersebut.

Danau Kerinci Purba jebol didaerah Sanggaran Agung karena adanya patahan
batuan baru didaerah tersebut yang memanjang sampai Merangin dan terus
ke Muara Imat..

Sebenarnya ceritanya masih panjang tapi Segitu aja dulu biar
penasaran..hehe

Nanti dilanjutkan kalau papernya sudah ketemu lagi…

Salam Geowisata
edo

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, “Edward, Syafron” wrote:
>
> Wo Denil dan rekan kerinci-net.
>
> Kisah Geologi Kerinci itu sangatlah Dahsyat, dan kalau kita bisa
> mengemasnya dengan baik, hal tersebut bisa menjadi potensi yang sangat
> baik untuk Geowisata, seperti halnya banyak objek wisata di US dan UK,
> Wisatawan tidak hanya diajak menikmati keindahan alam tapi juga kisah
> geologi dengan segala proses yang membentuk keindahan tersebut.
>
> Ada rule of thumb didunia Geologi: Semakin Indah alam suatu wilayah,
> maka semakin Dinamis dan dahsyat proses Geologi yang telah dan sedang
> terjadi diwilayah tersebut.
>
> Positifnya untuk Kerinci adalah, keindahan alamnya yang mengagumkan,
> tapi negatifnya adalah potensi bencana Geologi yang sangat besar.
>
> Kembali kepotensi Geowisata, Wisatawan dari luar negeri dan juga saya
> yakin wisatawan domestik yang berpendidikan pastilah tidak hanya
> tertarik dengan keindahan alam tapi jauh dari itu adalah mereka ingin
> tahu apa sebenarnya cerita dibalik keindahan itu baik cerita budayanya
> maupun cerita Geologinya.
> Kalau kita berkunjung ke Grand Canyon, US atau Objek wisata geologi
> lainnya di US dan UK, kita selalu mendapati papan penerangan tentang
> kisah geologi yang menerangkan kejadian yang terjadi. meskipun selama
> ini yang saya amati, papan penerangan itu selalu dipenuhi oleh wisatawan
> asal US atau Eropa sementara wisatwan asal Asia, lebih tertarik untuk
> foto-foto sebagai kenang-kenangan pulang kampung.
>
> DI Tangkuban Perahu, Bandung juga sudah ada hal seperti ini, dan
> kelihatannya minat masyarakat untuk membacanya sangat tinggi, cara
> penyampaian informasi geologinya juga sudah disesuaikan dengan kandungan
> lokal yaitu dengan memasukkan kisah sangkuriang didalammnya sehingga
> cukup menarik bagi wisatwan domestik yang biasanya lebih tertarik kepada
> cerita-cerita yang berbau mistik daripada kisah nyata geologi.
>
> apapun bentuknya, saya kira hal ini merupakan potensi yang sangat baik
> untuk dikembangkan di Kerinci….
>
> saya secara pribadi siap mendukung secara aktif..
>
> salam
> edo
>
— In Kerinci-net@yahoogroups.com, Akmal wrote:
>
> Soal Barang purbakala, BUKAN urusannya Pemda je….
> Yang lebih berkompetan yaitu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala
> Jambi……. saya gak tau balai ini masih satu atap dengan Balai
> Arkeologi di Palembang pa gak…
>
> Salam
> Akmal
>
> pragienanta falzi wrote:
> >
> > salut! dan trus smangat!
> >
> > mugo2 dgn adonyo tmuan dan tmuan dan trus tmuan barang sejarah,
> > kito jugo smakin tau mano rumah kito. krn kalo kito dak tau mano rumah
> > kito, mako kito idak tau pulo ndak balek kemano.
> >
> > ((samo2 seatap rumahnyo dgn nabi Adam, pilkada ndak bemusuh jugo,
> > apolah arti dunio bagi kamai yg idak berado, hehee))
> >
> > Om, Moenir!
> > tolong kayo kato ke masyarakat kincai,
> > kalo ado tmuan2 barang sejarah, langsung lapor ke badan arkeologi yg
> > lebih kompeten be.
> > sbab kalo lapor ke pemda kincai percuma, apolagi taun ini. pjabat agi
> > sibuk ngurus pilkada, memperjuangkan dinasti yg ado, biar idak orang
> > baru yg menang. sbab kalo orang baru yg mnang, mako kasus2 dinasti yg
> > minin bisa tekuak spanjong jalan, heheee.. pisS!!
> >
> >
> > */Musnardi Moenir non_lahar@…/* wrote:
> >
> > all
> >
> > Ditemukan lagi benda sejarah
> >
> > Salam
> >
> > Musnardi Moenir
> >
> >
> > Harian Jambi Ekspress
> > Petani Temukan Benda Bersejarah, Diduga Berasal dari Abad IX
> > Monday, 14 April 2008
> > *SUNGAIPENUH *– Petani di Kabupaten Kerinci kembali menemukan
> > benda bersejarah di dalam ladangnya. Penemuan benda bersejarah
> > yang diduga berasal dari abad IX Masehi itu merupakan rentetan
> > dari penemuan sebelumnya yakni Oktober 2007. Benda bersejarah itu
> > ditemukan di Renah Malayang Desa Lolo Gedang, Kecamatan Gunung
> > Raya. Benda-benada itu berupa tempayang, kendi, tembaga yang
> > ditemukan di ladang milik Afdal warga setempat.
> > Untuk bisa sampai di lokasi penemuan benda bersejarah itu memang
> > agak sulit. Lantaran harus berjalan kaki menyelesuri jalan kecil
> > sepanjang 2 KM dari jalan desa. Benda bersejarah itu persis berada
> > di dalam ladang milik Afdal yang ditanami kulit manis dan tanaman
> > cabe. Di lokasi penanaman cabe inilah ditemukan benda bersejarah itu.
> > Menurut keterangan Afdal, dirinya menemukan benda bersejarah ini
> > secara tidak sengaja pada Oktober 2007 lalu. Ketika itu dirinya
> > sedang menggali sumur untuk menampung air guna menyiram tanaman
> > cabe di ladang. Belum sempat dirinya menggali lebih dalam hanya
> > baru 100 CM penggalian, cangkulnya sempat menyentuh sebuah benda.
> > “Cangkul saya menyentuh sebuah benda. Lalu saya berhenti.
> > Kemudian saya amati ternyata benda itu berupa tempayan. Penggalian
> > terus saya lakukan ternyata ditemukan juga berupa kendi dan
> > tembaga,� terang Afdal, kepada koran ini Minggu (13/4) kemarin.
> > Tidak lama setelah penemuan benda itu, dirinya bersama masyarakat
> > setempat melaporkan ke Balai Arkeologi di Palembang. Kemudian tim
> > dari Arkeolagi Tri Marhaini dengan 3 orang anggota, pada Jumat
> > (4/4) lalu datang ke lokasi dan menemukan pula benda bersejarah ini.
> > Masih dari penuturan Afdal, petugas dari Arkeologi
> > setiba di lokasi kembali menggali sebanyak 10 lubang di sekitar
> > lokasi penemuan awal masing-masing lubang yang digali berukuran
> > 2×2 meter dengan kedalaman 150 cm. Untuk membantu penggalian,
> > mereka mempekerjakan 10 orang penduduk setempat. Dari 10 lubang
> > yang digali berhasil ditemukan berupa 8 unit tempayan dengan
> > berbagai ukuran. Dalam tempayan itu ada satu buah buli-buli dan 2
> > coin berhias bunga. Ada juga perunggu, tombak, kendi serta tulang
> > belulang manusia yang sudah hancur.
> > Ditemukannya benda bersejarah itu memang cukup beralasan apalagi
> > satu desa sekitarnya yakni di Desa Lolo Gedang, juga terdapat
> > bukti sejarah berupa Batu Gong yang berukuran panjang 2 meter
> > dengan diamater 50 cm berbentuk lonjong, bergambarkan gong dan
> > relief orang menari. “Biasanya dari titik Batu Gong ke arah
> > Selatan hingga 1,5 KM sudah bisa dipastikan ada benda-benda
> > bersejarah yang terkubur. Di Kerinci hanya ada dua buah Batu Gong.
> > Pertama di Lolo Gedang dan di Muak. Tempayan yang ditemukan ini
> > sama bentuknya dengan tempayan yang ditemukan di daerah Giri
> > Manuk, Jawa Barat, Lahat, Merangin, Sumbar, Taiwan dan Filipina,�
> > jelsa Afdal menirukan ucapan Tri Marhaini.
> > Dari pengakuan Afdal lagi, di ladang miliknya juga
> > pernah ditemukan emas batangan pada tahun 1999. Hanya saja emas
> > batangan yang ditemukan petani tersebut tiak diketahui berapa
> > beratnya. Pada kesempatan yang sama Kepada Desa Lolo Gedang Kamil
> > mengakui bahwa dirinya juga sudah melaporkan penemuan benda
> > bersejarah itu kepada Pemkab Kerinci melalui Dinas Pariwisata.
> > Hanya saja belum ada tanggapan dari Dinas Pariwisata Kerinci.
> > “Kita sudah laporkan ke Dinas Pariwisata namun belum ada
> > tanggapan. Kita hanya mengkhawaitirkan jika benda-benda
> > peninggalan abad IX ini yang terdapat di ladang milik masyarakat
> > jika tidak ada perlindungan dari pemerintah dikhawatirkan akan
> > hilang dan dicuri orang,� tandas Kades Kamil. *(wdo)*

source: http://kerinci1net.wordpress.com/2009/01/03/benda-bersejarah-diduga-berasal-dari-abad-ix/#comment-12

Let's think about this one

ALASAN BOS TIDAK MAU MENAIKAN GAJI

Suatu pagi seorang (P)egawai menghdp (A)tasannya (yg pelit, otoriter dan cerdas) utk menyampaikan segala uneg-unegnya dgn tujuan meminta kenaikan gaji. Atasannya kemudian tertawa, mempersilahkannya duduk dan berkata, 'Ha...ha...ha..., dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja utk perusahaan ini meskipun satu hari! Masa sekarang mau minta naik gaji?'

Tentu saja sang pegawai sangat terkejut mendengar hal itu namun atasannya segera meneruskan.

A(atasan): 'Coba katakan ada berapa hari dlm setahun?'
P(pegawai): '365 hari dan kadang-kadang 366 hari.'

A: 'Betul, sekarang ada berapa jam dlm sehari?'
P: '24 jam.'

A: 'Brp jam kamu bekerja dlm sehari?'
P: 'Dari jam 08 :00 s/d 16 :00 jadi 8 jam sehari.'

A: 'Jd, berapa bagian dari harimu yang kamu pakai bekerja?'
P: '(mulai ngitung dalam hati... 8 /24 jam = 1 /3) Sepertiga!'

A: 'Wah pinter kamu! Sekarang berapakah 1 /3 dari 366 hari?'
P: '(1 /3 366 = 122 hari) 122 hari!'

A: 'Apakah kamu bekerja pada hari Sabtu dan Minggu?'
P: 'Tidak, Pak!'

A: 'Brp jumlah hari Sabtu dan Minggu dlm setahun?'
P: '52 hari Sabtu ditambah 52 hari Minggu = 104 hari.'

A: 'Nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?'
P: '18 hari.'

A: 'Nah, saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap thn. Sekarang kurangkan 12 hari dari 18 hari yg tersisa itu brp hari yg tinggal?'
P: '6 hari.'

A: 'Di hari Idul Fitri dan Idul Adha apakah kamu bekerja?'
P: 'Tidak, Pak!'

A: 'Jadi sekarang berapa hari yg tersisa?'
P: '4 hari.'

A: 'Di hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?'
P: 'Tidak, Pak!'

A: 'Jd sekarang berapa hari yg tersisa?'
P: '2 hari.'

A: 'Sekarang sisa tersebut kurangi dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra' Mikraj, Wafat Yesus, Kenaikan Isa Almasih, Proklamasi, berapa hari yg tersisa?'
P: '??? Gak ada sisa, Pak.'

A: 'Jd sekarang anda mau menuntut apa?
P: ???????